Sebuah keyakinan
"seharusnya dunia ini begitu indah
seharusnya hidupku ini penuh bermakna
tak kan gundah jiwaku bila kau bersamaku
tak kan perih batinku ini bila kau pun milikku"
(Naff - Seharusnya Kita)
Sekali
lagi, aku dihadapkan pada sebuah masalah, atau lebih tepatnya sebuah
dilema yang menuntut otak dan hatiku berpikir lebih keras. Bener-bener
kali ini menguras banyak energi. Mungkin seperti inilah hidup,
perjalanan dari satu ujian ke ujian yang laen yang tak kan berhenti
hingga maut menjemput.
Kalo boleh diibaratkan, di hadapanku sekarang
membentang sebuah gunung yang tinggi dan terjal. Aku sadar, kekuatanku
dan kemampuanku lebih dari cukup untuk mencapai puncaknya. Tapi entah
mengapa, sampai saat ini aku tidak menemukan keberanian ataupun rasa PD
untuk mencapai puncaknya. Tantangan yang ada di depan seakan begitu
berat dan sangat sulit untuk dilalui. Mungkin, semua ketakutan ini ada
karna kegagalanku beberapa tahun silam. Kegagalan yang begitu
menyakitkan, yang terjadi ketika puncak gunung itu hanya tinggal sesaat
saja. Kegagalan yang ada, ketika sebuah batu kecil membuatku tersandung
dan akhirnya jatuh hingga ke bawah. Beruntung, Allah masih memberikan
kekuatan untuk berdiri dan bangkit lagi.
Kali ini pun, gunung itu
masih sama. Tak berbeda jauh seperti beberapa tahun lalu ketika aku
mencoba menggapai puncaknya. Tapi entahlah, aku belum bisa memutuskan
ketika aku sudah sampai di hadapan gunung itu. Aku hanya termangu dan
terdiam.
Akankah keberanian dan kekuatan itu muncul lagi dalam diriku, hingga akhirnya aku bisa mencapai puncaknya.
Ataukah
aku akan menyerah, mencoba melupakan harapan untuk mencapai puncaknya,
dan mencari gunung lain yang masih menerimaku untuk hadir di puncaknya.
Sungguh, aku hanya membutuhkan sedikit waktu lagi hingga nanti saatnya memilih. Dan tiba-tiba aku teringat dua kalimat ini….
"do what you think is right"
"wish us getting better day by day"
Jakarta, 02 September 2007, 01.56 WIB
-ketika hati ini membutuhkan satu kata yang bernama "keyakinan"-