Archive for September, 2007

Petualangan Baru

Sunday, September 16th, 2007
Minggu ini, ada yang baru dalam diri diajeng™-ku.
Sekedar tau aja, "diajeng" adalah nama yang kuberikan untuk komputerku
tersayang yang sudah menemaniku sejak April 2004. Bersama diajeng, tlah
kulewati suka-duka hidup di kampus. Balik lagi ke topik awal, tentang
hal baru yang ada di dalam diajeng™. Setelah pada malam 1 Ramadhan saya nge-burn Ubuntu 7.04 ditempat Ardian a.k.a GuruBesar, malam berikutnya saya install Ubuntu 7.04 di diajeng™-ku.
Sebenernya niatan nyoba Ubuntu 7.04
a.k.a Feisty Fawn udah lama banget. Tapi berhubung saya ini orangnya
sedikit gengsi dan termasuk orang yang setia (ceileee….) jika sudah
jatuh cinta sama suatu hal, maka baru sekarang ke-gengsi-anku runtuh.
Selama beberapa tahun ke belakang saya selalu setia dengan Redhat dan turunannya. Mulai dari Redhat 7.3, Redhat 9, Fedora Core 2 sampe Fedora 7, CentOS, RHEL 4 semuanya pernah saya cobain. Tapi yang terakhir bersarang di diajeng sampe sekarang ini adalah Redhat 9, yang saya pake buat ngerjain Tugas Akhir. Selain itu saya jg pernah nyobain Linux dari keluarga Suse, yaitu Suse 9 dan OpenSuse 10.2 yang juga saya gunakan untuk Tugas Akhir.

Nah, dengan hadirnya Feisty Fawn di diajeng™-ku, brarti ada 4 OS yang ada dalam diri diajeng™ :

Alhamdulillah, spek-nya diajeng™ cukup mumpuni untuk menampung ke-empat OS tadi. Onderdilnya diajeng™ :

  • Motherboard Asus P4S800
  • Memory 2 keping Visipro 256MB PC 4200
  • Seagate Baracuda 120 GB 7200 rpm
  • Seagate Baracuda 80 GB 7200 rpm
  • Asus DVD-ROM
  • Asus CD-RW
  • VGA Shappire ATI Radeon 9250
  • Monitor LG 15"
  • 2 buah LAN Card
  • 2 buah Soundcard
  • Speaker Simbadda yang saya lupa serinya, soalnya dikasih Topik a.k.a MengandungGila
     

Dan biasanya, kalo saya sudah penasaran ama suatu hal, pasti bakal saya kejar sampai saya puas. Dan bisa dibilang Ubuntu 7.04
adalah salah satu hal penasaran saya saat ini. Dan untuk membantu rasa
penasaran tersebut, saat ini saya sudah gabung di milis-nya ubuntu-id,
web, dan juga blog-nya. Trus saya juga udah pesen repository di kampus. Berhubung saya masih orang baru dalam hal Ubuntu, jadi saya masih butuh banyak bantuan..

Finally….petualangan bersama Ubuntu 7.04 dimulai!!!

Jakarta, 16 September 2007, 15.50 WIB
-di kantor, mumpung lagi ga ada kerjaan-

Silaturahim ke GuruBesar

Friday, September 14th, 2007
Silaturahim….sebuah
kata yang mungkin sederhana, tapi punya arti yang besar bagiku. Salah
satunya hadits ini, "silaturahim mempunyai 2 manfaat yaitu:
memperbanyak rezeki dan menambah umur". Aku percaya banget, kalo
silaturahim diniatkan dengan benar pasti kita akan dapet banyak
manfaat. Itulah kenapa, aku pasti mengalokasikan waktu untuk
silaturahim ke sodara-sodara ato temen-temen.
Malam 1 Ramadhan, aku manfaatin untuk silaturahim ke kostan Ardian
a.k.a GuruBesarFakultasPernikahan UniversitasKeluargaSakinah. Selain
pengin tau juga kost barunya setelah pindah dari Istana Langitan
belakang kantor XL, aku juga sedang membutuhkan DVD RW buat nge-burn Ubuntu 7.04.
Sekaligus jadi ajang konsultasi masalah persiapan masa depan kepada
ahlinya. Maklum, diri ini lagi butuh banyak nasehat dan masukan biar ga
salah jalan.
Seperti biasa, aku dan Ardian saling tukar cerita
setelah hampir 3 minggu ga ketemu. Giliranku cerita, dia minta progress
report kelanjutan kisah "sandal teklek",
Aku pun bercerita apa adanya tanpa ada yang harus disembunyikan.
Akhirnya sang GuruBesarFakultasPernikahan pun bicara memberikan
nasehatnya. "Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan masalah-masalah
kecil yang merintang di dalam pernikahan, Tapi justru kita lalai
melakukan persiapan-persiapan besar dalam pernikahan". Mati aku!!!!skak
matt…..
Iya juga, terkadang kita dan terlalu disibukkan bingung
terhadap perkara-perkara kecil, tapi kita justru lupa persiapan apa
yang sudah kita lakukan untuk menyongsong mahligai pernikahan untu
menuju sebuah kehidupan baru yang bernama KELUARGA. Pernikahan kan
bukan sebuah perkara kecil, makanya persiapan pun juga ga boleh
seadanya dan seenaknya sendiri.
Jadi inget beberapa kalimat dari
buku Life Excellent-nya Reza Syarif yang kira-kira gini, "Lebih baik
memikirkan BAGAIMANA, daripada kita terlalu sibuk memikirkan SIAPA".
Bagaimana nanti rumah tangga yang akan kita bentuk, Ilmu apa yang sudah
kita siapkan untuk menyongsongnya. Bagaimana kriteria calon pasangan
hidup. Mungkin itulah kira-kira beberapa hal yang harus dipikirkan
terlebih dahulu sebelum kita beralih pada SIAPA.
Trus ada satu lagi
ilmu yang kemaren dikasih ama sang GuruBesar. Namanya "ilmu tarik
ulur". Tapi mohon maaf, untuk ilmu yang satu ini belum bisa diceritakan
saat ini. Jadi kalo mau tau, kirim email aja deh buat kejelasannya.
halah… Intinya sih pinter-pinter liat sikon kalo lagi pe-de-ka-te.
Hmmm…(sambil menghela nafas)
semoga Allah ngasih kemudahan aja untuk kali ini. Paling tidak, aku
selalu berusaha untuk tetap di jalan yang benar dengan selalu belajar
dari kesalahan-kesalahan dulu.

Thanks buat Ian atas ilmunya di malam 1 Ramadhan. Kapan-kapan sharing lagi ya.

Jakarta, 14 September 2007, 16.30 WIB

Sebuah keyakinan

Sunday, September 2nd, 2007

"seharusnya dunia ini begitu indah
seharusnya hidupku ini penuh bermakna
tak kan gundah jiwaku bila kau bersamaku
tak kan perih batinku ini bila kau pun milikku"
(Naff - Seharusnya Kita)

Sekali
lagi, aku dihadapkan pada sebuah masalah, atau lebih tepatnya sebuah
dilema yang menuntut otak dan hatiku berpikir lebih keras. Bener-bener
kali ini menguras banyak energi. Mungkin seperti inilah hidup,
perjalanan dari satu ujian ke ujian yang laen yang tak kan berhenti
hingga maut menjemput.
Kalo boleh diibaratkan, di hadapanku sekarang
membentang sebuah gunung yang tinggi dan terjal. Aku sadar, kekuatanku
dan kemampuanku lebih dari cukup untuk mencapai puncaknya. Tapi entah
mengapa, sampai saat ini aku tidak menemukan keberanian ataupun rasa PD
untuk mencapai puncaknya. Tantangan yang ada di depan seakan begitu
berat dan sangat sulit untuk dilalui. Mungkin, semua ketakutan ini ada
karna kegagalanku beberapa tahun silam. Kegagalan yang begitu
menyakitkan, yang terjadi ketika puncak gunung itu hanya tinggal sesaat
saja. Kegagalan yang ada, ketika sebuah batu kecil membuatku tersandung
dan akhirnya jatuh hingga ke bawah. Beruntung, Allah masih memberikan
kekuatan untuk berdiri dan bangkit lagi.
Kali ini pun, gunung itu
masih sama. Tak berbeda jauh seperti beberapa tahun lalu ketika aku
mencoba menggapai puncaknya. Tapi entahlah, aku belum bisa memutuskan
ketika aku sudah sampai di hadapan gunung itu. Aku hanya termangu dan
terdiam.
Akankah keberanian dan kekuatan itu muncul lagi dalam diriku, hingga akhirnya aku bisa mencapai puncaknya.
Ataukah
aku akan menyerah, mencoba melupakan harapan untuk mencapai puncaknya,
dan mencari gunung lain yang masih menerimaku untuk hadir di puncaknya.

Sungguh, aku hanya membutuhkan sedikit waktu lagi hingga nanti saatnya memilih. Dan tiba-tiba aku teringat dua kalimat ini….

"do what you think is right"
"wish us getting better day by day"

Jakarta, 02 September 2007, 01.56 WIB
-ketika hati ini membutuhkan satu kata yang bernama "keyakinan"-