Bintang
Friday, August 4th, 2006Ada
yang bersinar lagi pagi ini. Ada yang kembali memberikan kesejukan di
tengah dinginnya pagi ini. Bintang itu kembali menampakkan cahayanya.
Bintang itu datang lagi, meskipun aku sendiri tak pernah tahu sejak
kapan aku menyebutnya bintang.
Mungkin karena sinarnya. Mungkin pula karena hangatnya. Tapi bagiku, kedamaian yang ia berikan yang membuatnya menjadi bintang.
Entah mengapa bintang ini terasa beda. Padahal masih banyak bintang
lain yang lebih terang sinarnya. Padahal masih ada yang lebih hangat.
Tapi entah, sampai kini pun aku tak tahu. Mungkinkah dia matahari???
yang bersinar lagi pagi ini. Ada yang kembali memberikan kesejukan di
tengah dinginnya pagi ini. Bintang itu kembali menampakkan cahayanya.
Bintang itu datang lagi, meskipun aku sendiri tak pernah tahu sejak
kapan aku menyebutnya bintang.
Mungkin karena sinarnya. Mungkin pula karena hangatnya. Tapi bagiku, kedamaian yang ia berikan yang membuatnya menjadi bintang.
Entah mengapa bintang ini terasa beda. Padahal masih banyak bintang
lain yang lebih terang sinarnya. Padahal masih ada yang lebih hangat.
Tapi entah, sampai kini pun aku tak tahu. Mungkinkah dia matahari???
Saat ini, aku hanya ingin menyertai perjalanannya, meskipun ia bukan
matahari. Biarlah suatu saat nanti terbukti apakah ia memang matahari
itu atau hanya bintang yang mewarnai malam-malamku.
Memang banyak BINTANG yang bersinar, tapi hanya satu yang akan menjadi MATAHARI
–suatu saat menjelang pagi, tatkala kulihat seberkas cahaya bintang yang indah–
Sabtu, 05 Agustus 2006