Archive for July, 2006

Untuk seseorang

Sunday, July 16th, 2006
Malam
ini aku mencoba memahami lagi seseorang yang telah masuk dalam
kehidupanku. Seseorang yang baru beberapa waktu ini ikut mewarnai
setiap jejak dalam kehidupanku.
Sebuah obrolan yang cukup panjang denganmu, membuat semuanya semakin
jelas. Kita bicara, kita bercanda, kita tertawa. Kini aku tau siapa
kamu. Kini aku mengerti kenapa hal itu bisa terjadi. Dan kini semakin
mudah bagiku untuk memahami sifatmu.
Tidak banyak hal yang bisa aku titipkan padanya, kecuali hanya pesan
untuk tidak pantang menyerah dan tidak putus asa. Kita sebagai manusia
hanya bisa berusaha. Biarlah Allah yang menetapkan yang terbaik buat
hamba.
Maafku jika selama ini belum bisa memahamimu.

teruntuk seseorang yang akan meninggalkan bandung besok malam :
Hati-hati di jalan, semoga Allah senantiasa melindungi engkau. Jangan lupa oleh-olehnya saat engkau kembali nanti.
Yup…aku sepakat atas apa yang engkau ucapkan beberapa saat yang lalu, bahwa "Wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula". Yakinlah, engkau akan mendapatkan yang terbaik dari Allah.
Bertahanlah, karena jalan ini masih sangat panjang.

Jadilah engkau permata itu !!!

16 Juli 2006
Menjelang tengah malam

Model rumah tangga

Wednesday, July 5th, 2006
Siap
untuk berumah tangga ?? Di bawah ini ada beberapa model rumah tangga
yang akan dijelaskan, selanjutnya kita bisa menilai model rumah tangga
apakah yang akan kita wujudkan..

  1. Model rumah tangga gaya hotel. Hotel adalah tempat transit, bukan tempat tinggal tetap. Kalau kita melihat ada sebuah rumah tangga di mana suami
    pulang ke rumah hanya untuk numpang tidur, makan, ama buang air, maka
    sebenarnya model rumah tangga itu sudah bisa disebut modelrumah tangga gaya hotel. Kalau model rumah tangga seperti itu, maka bersiaplah dengan kata perceraian.
  2. Model rumah tangga gaya rumah sakit. Apa yang ada di dalam rumah sakit ?? Di dalam rumah sakit ada yang namanya pasien ada yang namanya dokter. Model
    rumah tangga gaya rumah sakit adalah model rumah tangga yang didasarkan
    pada politik balas jasa. Masing-masing merasa berjasa, merasa lebih
    sehingga tidak akan ketemu, tidak ada sinergi. Suami merasa lebih
    berjasa kepada istrinya, istrinya pun merasa lebih berjasa kepadasuaminya. 
  3. Model rumah tangga gaya pasar. Di pasar ada penjual dan pembeli. Si pembeli ingin membeli barang semurah mungkin, sebaliknya si penjual ingin menjual
    barang semahal mungkin. Si pembeli dan si penjual sama-sama mengatakan,
    "Pokoknya harganya sekian."  Dua-duanya pakai kata pokok. Tidak ada
    kompromi sedikitpun. Begitu pula dalam rumah tangga, kalau suami
    mengatakan pokoknya dan istri mengatakan pokoknya, maka tidakada lagi kesepakatan. 
  4. Model rumah tangga gaya kuburan. Bagaimana suasana kuburan ?? Suasana yang khas dari kuburan adalah sunyi, senyap, tenang, dan tidak ada suara.
    Itulah rumah tangga gaya kuburan. Suami istri hidup sudah puluhan tahun
    tidak pernah komunikasi, tidak pernah ada kata-kata. Suami danistri saling tidak bertegur sapa.  No communication. No words. Pernah sebuah kejadian di sebuah kota, ada sebuah keluarga tidak pernah mengadakan
    komunikasi antara suami dengan istri, akhirnya anak itu mengalami
    kesulitan berbicara, gagap dalam berbicara meskipun terlahirnormal.
  5. Model rumah tangga gaya sekolah. Kenapa dikatakan gaya sekolah ?? Model rumah tangga gaya sekolah ditandai dengan 3A. A yang pertama adalah Asah.
    A yang kedua adalah Asih. A yang ketiga adalah Asuh. Kalau kita
    sependapat dengan model rumah tangga gaya ini, maka mulai detik ini dan
    mulai saat ini kita harus berkomitmen dengan pasangan hidup kita. Kita
    harus bertekad dan berkomitmen untuk saling mengasah, mengasih, dan
    mengasuh. Kata saling di sini karena ada komunikasi dua arah, bukan
    satu arah, bukan suami terhadap istri atau istri terhadap suami, harus
    ada dua arah. Dalam suatu rumah tangga yang sudah komitmen, maka mereka
    mengawal komitmen itu bersama. Bukan hanya satu pihak, tapi dua pihak
    sekaligus. Siap dengan 3A tadi ??  Saling mengasah, saling menajamkan
    wawasan. Bisa jadi suami tidak memiliki wawasan yang luas, begitupula sang istri. Dengan adanya pertemuan suami istri, terjadilah pertukaran wawasan.  Sharing knowledge, sharing experience, berbagi wawasan dan pengalaman. Saling mengasihi dan saling mengasuh. Saling memberikan asuhan saling memberikan asih, saling kasih sayang.
  6. Model rumah tangga gaya masjid. Kenapa masjid ?? Masjid adalah sebuah gambaran model rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah yang menjadi dambaan dan harapan setiap keluarga. Ada empat ciri rumah tangga gaya masjid :
      • Ketulusan
      • Ada imam ada makmum
      • Loyalitas
      • Keselamatan, ketenangan, dan kedamaian senantiasa mewarnai suasana dalam rumah tangga
              

Kesimpulan yang bisa diambil adalah untuk menjadi keluarga yang unggul ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama,
tentukan akhir yang diinginkan dalam kehidupan rumah tangga. Tentukan
model rumah tangga yang tepat, gaya rumah tangga sekolah dan masjid. Kedua, tanamkan dalam pikiran kita dan pasangan kita komitmen untuk memulai. Tidak ada kata terlambat untuk memulai saat ini.

"Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari yang terdahulu, maka dia termasuk orang-orang yang sukses"

disarikan dari buku "Life Excellent" — Reza M Syarief